Liburan panjang natal lalu, tepatnya 24 Desember saya melakukan perjalanan liburan dengan mengunjungi sebuah pulau yang terkenal akan keindahan alam baharinya, namun tidak banyak orang yang telah menginjakkan kaki di pulau ini, mengapa demikian, setelah saya melakukan perjalanan itu ternyata jelas karena transportasi yang cukup sulit untuk mencapai pulau tersebut.
|
Pulau Berhala - Sumber Google Maps |
Pulau ini terletak di antara Kabupaten Linggga yaitu Pulau Singkep dan Provinsi Jambi. Untuk mencapai pulau ini sendiri bisa melalui dua titik yang melayani pelayaran umum yaitu dari Provinsi Jambi dan dari Kabupaten Lingga tepatnya dari Pulau Singkep atau Dabo Singkep. Kali ini saya bersama teman masuk melalui Dabo Singkep.
|
Tempat Penjualan Tiket Pelabuhan Dabo |
Di Dabo Singkep sendiri terdapat dua buah pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Jagoh yang melayani pelayaran dari dan ke Batam dan Tanjung Pinang serta Pelabuhan Dabo yang melayani rute pelayaran ke Jambi dan pulau disekitarnya. Nah itu artinya untuk menuju Pulau Berhala kita harus berangkat dari Pelabuhan Dabo.
Pelabuhan Dabo sendiri tidak sulit dijangkau karena berada dekat dengan kota Dabo, cukup dengan berjalan kaki saja kalo kita telah berada di pusat Dabo.
Di Pelabuhan Dabo ini terdapat beberapa tujuan pelayaran yang dilayani dengan rute Dabo - Pulau Lalang - Pulau Berhala - Kampung Laut - Jambi. Tujuan utama pelayaran ini yaitu Dabo ke Jambi dan sebaliknya, untuk pulau pulau lainnya harus by request atau pesan terlebih dahulu
karena jika kita tidak pesan maka kapal tidak akan melalui rute itu, walaupun sebenarnya itu hanya searah saja. Untuk tiket sekali jalan dari Dabo menuju Jambi yaitu seharga Rp. 280.000,- namun jika kita hanya ingin ke Pulau Berhala cukup membayar Rp. 140.000,- saja. Jadwal kapal sendiri ke Jambi tidak setiap hari ada namun hanya setiap minggu, selasa dan kamis. Setelah membeli tiket kami pun menunggu karena kapal di jadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Namun satu jam berlalu, kapal tak kunjung datang, kami sudah mulai cemas 2 dan 3 jam pun berlalu kamipun bertanya ke konter penjualan tiket dan disuruh menunggu, sampai akhirnya kami pun mengontak pemilik kapal dengan perasaan cemas yang mendalam namun pemilik kapal memastikan kapal akan datang namun kami tidak diberi tahu alasan keterlambatannya, akhirnya tepat pukul 15.00 wib, itu artinya 6 jam terlambat dari jadwal, kapal pun bersandar di pelabuhan, lega rasanya akhirnya impian untuk menuju pulau yang sempat disengketakan ini pun segera bisa terwujud.
Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit saja, akhirnya tibalah kami di Pulau Berhala, langit sore itu tampak sedikit mendung, dengan semilir angin sepoi sepoi menerpa tubuh kami, walaupun begitu, pemandangan didepan kami seketika seperti menghipnotis kami, tampak pasir putih menyelimuti disepanjang garis pantai pulau yang hanya mempunyai luas kurang lebih 2,5 Ha ini.
|
Dermaga Pulau Berhala |
Di Pulau ini terdapat sebuah dermaga kayu seadanya yang hanya bisa disandari kapal kapal kecil saja, dan tampak dermaga agak rapuh dan sedikit tidak terawat, mungkin juga dikarenakan dermaga ini jarang di singgahi oleh kapal-kapal dari luar dan jadinya hanya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk sekedar bersantai dan memancing.
|
Welcome to Pulau Berhala |
Selamat datang di Pulau Berhala, Kecamatan Singkep Kabupaten Kepulauan Riau Propinsi Riau, itu yang tertera di papan selamat datang yang masih tampak berdiri kokoh disana, namun itu untuk beberapa tahun yang lalu, karena pada tahun 2002 berdasarkan UU No. 25 Tahun 2002 Provinsi Kepulauan Riau terbentuk yang merupakan Provinsi ke -32 di Indonesia. Sepertinya pemerintah setempat perlu mengganti papan selamat datang ini agar pegunjung tidak salah kaprah.
|
Rumah Warga Yang di Jadikan Penginapan |
Dan tadaaaa....inilah penampakan penginapan yang akan kami tempati, tampak sebuah rumah tembok dengan atap seng yang mulai berkarat namun terlihat masih bagus, inilah salah satu penginapan yang di tawarkan warga sekitar dengan harga Rp. 200.000 untuk permalamnya untuk sebuah rumah ini, tidak perduli mau disi oleh berapa orang. Namun jangan berharap rumah dengan fasilitas lengkap dengan isinya yah, karena fasilitas yang diberikan didalam rumah yang mempuyai 2 buah kamar ini hanyalah alas karpet dan 2 buah bantal tidur saja, namun jika beruntung ada beberapa rumah yang menyediakan kasur busa seadanya. Dan juga setiap rumah akan dibekali satu buah drum air tawar untuk kegiatan MCK kita. Pemilik rumah ini biasa di panggil Pak Daeng oleh warga sekitar, beliau pria paruh baya yang sangat ramah yang merupakan penduduk asli Jambi yang pada tahun 2002 merantau ke pulau ini.
Di Pulau ini hanya terdapat sebuah warung kopi yang hanya menyediakan air kelapa muda dan makanan ringan seperti mie rebus dan sejenisnya, untuk makan makanan berat pengunjung dapat memesan kepada warga sekitar, salah satunya Pak Daeng pemilik penginapan kami ini, dengan biaya hanya Rp. 65.000 per orang kita disajikan makanan 3 kali sehari, pagi , siang , dan malam. Harga yang sangat terjangkau untuk hidup disebuah pulau terpencil ini menurut saya.
|
Menu Makanan dari Pak Daeng |
Menu makanannya juga variatif dan enak sekali, tampak menu ikan bakar yang terasa begitu gurih dan segar.
|
Sunset Pulau Berhala |
|
Sunrise Pulau Berhala |
Keesokan harinya saatnya kami menikmati setiap sudut pulau ini, yang menyajikan pantai pasir putih yang begitu memukau dengan dihiasi bebatuan alam yang megah.
|
Pulau Berhala |
|
Pulau Berhala |
|
Pulau Berhala |
|
Pantai Pulau Berhala |
|
Batu Alam Raksasa Dengan Latar Belakang Sebuah Tower |
Batu-batu raksana tidak hanya terdapat di tepian pantai saja, namun terdapat disetiap sudut pulau ini, oh iya walaupun ini sebuah pulau kecil namun untuk urusan komunikasi jangan terlalu kawatir karena dipulau ini terdapat sebuah menara atau tower komunikasi.
|
Pulau Berhala - Pasir Putih |
|
Kampung Bunde Tanah Melayu Pulau Berhala |
Pulau ini sendiri secara administratif menjadi bagian dari Provinsi Kepulauan Riau, yang artinya Provinsi Kepulaaun Riau mempunyai tanggung jawab yang besar dalam hal pengelolaan pulau yang mempunyai luas secara keseluruhan hanya 47.990 M2 ini. Namun juga menjadi tanggung jawab kita semua yang mengunjungi pulau ini untuk merawat dan melestarikan keindahan alamnya.
Dalam upayanya pemerintah Provinsi Kepri telah melakukan program percepatan pembangunan desa di pulau ini, namun sayang sepertinya tidak berjalan begitu mulus. Terdapat beberapa bangunan yang tampak hancur dan tidak terawat lagi dalam perjalanan program percepatan di pulau yang menurut warga sekitar ini berpenghuni sekitar kurang lebih hanya 60 kepala keluarga. Hal ini tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat namun juga menjadi tanggung jawab warga masyarakat penghuni pulau ini tentu saja.
|
Luas Pulau Berhala 47.990 M2 - Photo di peragakan model by @adamouji |
|
Program Percepatan Pembangunan Desa Provinsi Kepri |
|
Tampak Seorang Nelayan Bersiap Untuk Melaut |
Seperti penghuni pulau pulau pada umumnya, mata pencaharian utama warga sekitara adalah sebagai nelayan. Hasil tangkapan ikan warga sekitar biasanya akan dipasarkan di daerah pulau singkep.
|
@asadsaputra #LiveJournalOfAsad #SangPetualangHidup - Sisi Selatan Pulau Berhala |
|
Pulau Berhala - Rumah Penduduk |
|
@asadsaputra #LiveJournalOfAsad #SangPetualangHidup - Pulau Berhala |
Banyak cara untuk menikmati setiap detik yang kita punya untuk menikmati keindahan anugerah alam pulau ini, entah itu hanya sekedar bersantai ria duduk manis di bebatuan raksasa tepian pantai, bersantai ria di pondok pinggir pantai atau mau mencoba yang lebih menantang dan berolahraga, yaitu mendayung sampan, disini oleh warga sekitar juga menyediakan penyewaan perahu atau sampan bagi pengunjung, dengan merogoh kocek hanya Rp. 30.000,- per jam kita dapat menikmati perahu ini disekitaran tepian pantai pulau ini.
|
Sewa Perahu - |
|
Pondok Santai Pulau Berhala - |
Selanjutnya kita juga dapat berkeliling pulau pulau kecil nan indah lainnya yang terdapat di sekitaran pulau berhala di selat berhala ini, dengan membayar Rp. 200.000,- untuk menyewa sebuah kapal perahu pompong kita dapat berkeliling menikmati lautan disini, dan juga mengunjungi sebuah pulau yang sangat kecil namun mempunyai pantai nan indah, bukan hanya itu saja namun pulau ini sendiri menjadi tempat berkumpulnya para kawanan penyu pada saat musim bertelur tiba, mungkin dikarenakan hal itu pula pulau ini dinamankan Pulau Penyu. Namun sayang saat kami mengunjungi pulau ini bukan musim saat para penyu itu betelur, sehingga kami tidak dapat ikut serta dengan warga sekitar yang biasa berburu telur penyu di pulau ini. Menurut warga musim bertelur para penyu tersebut adalah sekitar bulan maret hingga april.
|
Makam Paduka Berhalo - Pulau Berhala |
Pulau Berhala , sebuah pulau yang boleh dikatakan salah satu surga tersembunyi wisata bahari di alam Indonesia, mari kita kunjungi dan lestarikan alam kita kawan.
Niceee....
ReplyDeletePertamax...
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteTrims mas Bagir Abunumay dan Kak chai-capcay.com
ReplyDeleteIsh... Komen akuh cuma beda satu menit sama si bagir. #KZL #kesyel
ReplyDeleteKeren reportasenya
ReplyDeleteWwwo ini ya penampakan Pulau Berhala. Yuk yuk ke sana bulan April sekalian negokin Adam lagi haha.
ReplyDeleteIyah te2h, yukkk yukk ah kesana lagih... Nagih sih haha
DeleteTjakep! Tapi kapalnya bisa molor sampe 6 jam gitu ya :D Yuuk..., diagendakan AP jalan2 ke Pulau Berhala..
ReplyDeleteTjakep! Tapi kapalnya bisa molor sampe 6 jam gitu ya :D Yuuk..., diagendakan AP jalan2 ke Pulau Berhala..
ReplyDeleteHai hai mba diannnn....adventurose.com, akhirnya rilis juga ni postingan mba ehehe, hooh mba bener2 diluar dugaan ntu jadwal kapal, tp Alhamdulillah berangkat juga hihi..ayukkk boleh tu jalan rame2 AP kesana, secara udah ada host juga disana si @adamouji ehehehe....
ReplyDeletesuami sy dulu sering tugas ke sini pake kapal navigasi..antar logistik dan perbaikan alat2 navigasi
ReplyDeleteklu sdh tugas ke sini sy suka khawatir apalagi di musim angin utara dengan ombak tinggi...alhamdulillah baik2 saja
untung sekarang ga ada lg tugas ke laut
tp kok jd pengin ke sana ya setelah baca tulisan ini
soalnya suami sy klu tugas ga suka foto2..eh kok jd curcol :D
@Kak Ruziana, wah2 iyah sih pulaunya dikeliling lautan luas agak serem juga kynya kalo lagi musim ombak gitu, ia cakp banget deh pulaunya kak, mesti kesini nih pokoknya kak hahaha
ReplyDelete@Kunjungi Saya, trims mas sudah mampir, ia pulaunya cakep banget deh pokoknya mas gk rugi deh kemai, Kepri mas alias Kepulauan Riau, beda provinsi sama Riau loh mas hehe
@Ilmu Pesugihan Cyber, salam kembali trimss sudah mampirr
Hi Mba Wenceu @mengisijeda, iyah tuh mba pulau nya sedikit kurang terawat mungkin karena aksesnya kesana agak susah hehehe......tp pulaunya kerennn deh pokoknya gak nyesel kesana walopun butuh sedikit perjuangan ehehehe
ReplyDeletejadi mupeng pengen kesini, chakep..
ReplyDeletetpi musti nyebrang batam- tg pinang - dabo - pulau berhala ya mas?
bumil nyerah duluan deh :D
Hihihi mba Dian Fernanda, hooh mba berjalanan lautnya lumayan, bisa dari Batam langsung ke Dabo mba atau dari pinang ke dabo juga bisa tp tetep butuh beberapa jam sih naik kapal haha
ReplyDeleteMau juga ah nanti saya maen kesana sambil ajak istri dan anak.
ReplyDelete@Ado Amang, wuih boleh mas harus kesini....gk nyesel pokoknya
ReplyDeleteingin sekali refreshing menikmati alam ... seru kaya agan yg satu ini foto-fotonyanya bikin makin ingin menikmatinya ...
ReplyDelete@Denoms, hahaha makasih mas.....terima kasih juga sudah berkunjung....ayuk mas liburan jelajah keindahan alam negeri kita
ReplyDeleteayo bro asad ke berhala lagi. impian lama yg belum kesampaian ini haha
ReplyDeleteHayukkkkkk da fadli..... @Rakhmad Fadli..... Aq sih yess mau lagi kesanaaa hehe
ReplyDeletePantainya cakep. Informasi nya lengkap, dan tiba-tiba cek sisa cuti, kapan bisa ke sini.
ReplyDeleteHahahahaha cusss @eka dewi, kapan harii kita mainn sini lagi cusss
ReplyDeleteayoklah main sana lagi sad
ReplyDeleteWah boleh juga tuh pulau berhala, menarik untuk dikunjungi kapan-kapan.
ReplyDelete@Cosmos, yuppp mas marilah main ke Berhala, gk nyesel pastinya
ReplyDeleteBatu batu gede macam di bangka atau belitung
ReplyDeleteMas @Cumilebay, ia mas bener banget batu batu raksasanya keren banget kyk di belitung sana
ReplyDeletepasirnya putih banget ya
ReplyDeleteia @Winny, keren banget deh pokoknya, gk nyesel maen kesana hehe
ReplyDeletedisini dipulau ini tempat masa kecilku...kini dikau jauh dimata.....
ReplyDelete